Banyuwangi 12 Maret 2026 – Dalam rangka meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus membentuk karakter religius siswa, SMK Negeri Darul Ulum Muncar menyelenggarakan kegiatan Pondok Ramadhan bagi siswa kelas X. Kegiatan ini dilaksanakan selama Empat hari, mulai 9 hingga 12 Maret 2026, bertempat di lingkungan sekolah dengan melibatkan guru serta narasumber dari kalangan tokoh agama dan praktisi keagamaan di masyarakat.
Pondok Ramadhan tahun ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi sebagai sarana pembelajaran yang menitikberatkan pada praktik ibadah yang relevan dengan kehidupan nyata di masyarakat. Oleh karena itu, selain materi dasar seperti wudhu dan sholat, siswa juga mendapatkan pembelajaran mendalam mengenai perawatan jenazah, yang meliputi memandikan, mengkafani, mensholatkan, hingga memakamkan jenazah serta pelaksanaan tahlil.
Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa kelas X yang berasal dari berbagai kompetensi keahlian di sekolah tersebut. Selama Empat hari pelaksanaan, siswa tidak hanya mendengarkan materi secara teori, tetapi juga melakukan praktik langsung agar lebih memahami tata cara yang benar sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
Kepala SMK Negeri Darul Ulum Muncar, Dr. Umar Said, M.Pd, dalam sambutannya saat pembukaan kegiatan menyampaikan bahwa Pondok Ramadhan merupakan bagian penting dari pendidikan karakter bagi siswa. Beliau menegaskan bahwa sekolah tidak hanya bertugas memberikan pengetahuan akademik dan keterampilan vokasional, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam membentuk akhlak serta kepedulian sosial siswa.
“Melalui kegiatan Pondok Ramadhan ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai keagamaan yang kuat kepada para siswa. Tidak hanya memahami ibadah secara teori, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih lagi, materi perawatan jenazah merupakan ilmu yang sangat penting dan nyata dibutuhkan di masyarakat,” Pesan Bapak Dr. Umar Said.
Beliau juga menambahkan bahwa di banyak lingkungan masyarakat saat ini masih terdapat keterbatasan generasi muda yang memahami tata cara penanganan jenazah secara benar. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini diharapkan siswa dapat memiliki pengetahuan serta keberanian untuk turut berperan aktif ketika masyarakat membutuhkan bantuan dalam proses pemulasaraan jenazah.
“Sering kali kita melihat ketika ada warga yang meninggal dunia, hanya orang-orang tertentu saja yang memahami bagaimana cara memandikan, mengkafani, hingga mensholatkan jenazah. Padahal, ini merupakan kewajiban bersama sebagai umat Islam. Dengan memberikan bekal ilmu kepada generasi muda, kami berharap mereka dapat menjadi bagian dari masyarakat yang siap membantu dan berkontribusi,” tambah beliau.
Selama pelaksanaan Pondok Ramadhan, siswa mendapatkan berbagai materi keagamaan yang disampaikan secara sistematis. Pada hari pertama, siswa mempelajari tentang tata cara berwudhu yang benar sesuai dengan tuntunan fiqih, mulai dari rukun, sunnah, hingga hal-hal yang membatalkan wudhu. Materi ini menjadi dasar penting karena wudhu merupakan bagian dari syarat sah dalam menjalankan ibadah sholat.

Pada hari berikutnya, siswa mendapatkan materi mengenai tata cara pelaksanaan sholat, baik dari segi gerakan maupun bacaan. Para pemateri juga menekankan pentingnya kekhusyukan dalam sholat serta pemahaman makna dari setiap bacaan yang dilafalkan.
Memasuki hari-hari berikutnya, kegiatan difokuskan pada materi yang menjadi tema utama Pondok Ramadhan tahun ini, yaitu perawatan jenazah. Materi ini disampaikan secara bertahap mulai dari konsep dasar hingga praktik langsung.
Siswa terlebih dahulu diberikan pemahaman mengenai kewajiban umat Islam terhadap jenazah, yang meliputi memandikan, mengkafani, mensholatkan, dan memakamkan. Setelah itu, mereka mengikuti sesi praktik memandikan jenazah menggunakan alat peraga yang telah disiapkan oleh panitia.
Dalam sesi tersebut, siswa diperkenalkan dengan berbagai perlengkapan yang digunakan dalam proses memandikan jenazah serta langkah-langkah yang harus dilakukan secara berurutan. Para pemateri juga menjelaskan adab-adab yang harus dijaga selama proses tersebut berlangsung.

Setelah mempelajari proses memandikan jenazah, siswa kemudian melanjutkan praktik mengkafani jenazah. Mereka diajarkan bagaimana cara melipat kain kafan, jumlah lapisan kain yang digunakan, serta tata cara membungkus jenazah dengan rapi dan sesuai dengan ketentuan syariat.
Tidak berhenti di situ, siswa juga mendapatkan praktik mengenai tata cara sholat jenazah, termasuk jumlah takbir, bacaan dalam setiap takbir, serta posisi imam dan makmum dalam pelaksanaannya. Sesi ini dilakukan secara berkelompok agar seluruh siswa dapat merasakan langsung pengalaman melaksanakan sholat jenazah.

Materi selanjutnya membahas mengenai proses pemakaman jenazah, mulai dari cara mengangkat keranda, memasukkan jenazah ke dalam liang lahat, hingga proses penimbunan tanah dan doa setelah pemakaman. Para pemateri juga menjelaskan tradisi tahlil yang sering dilaksanakan oleh masyarakat sebagai bentuk doa bersama untuk almarhum.

Dengan pendekatan pembelajaran yang lebih praktis dan kontekstual ini, siswa terlihat sangat antusias mengikuti setiap sesi kegiatan. Banyak di antara mereka yang mengaku baru pertama kali mendapatkan penjelasan secara detail mengenai tata cara penanganan jenazah.
Salah satu siswa peserta Pondok Ramadhan Nuril Hikam Kelas X DKV 2, mengaku bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga. Menurutnya, ilmu yang didapatkan tidak hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri, tetapi juga dapat digunakan ketika berada di lingkungan masyarakat.
“Biasanya kita hanya melihat orang tua atau tokoh agama yang menangani jenazah. Melalui kegiatan ini kami jadi tahu bagaimana prosesnya dan apa saja yang harus dilakukan. Semoga suatu saat nanti kami bisa ikut membantu ketika ada warga yang membutuhkan,” ujarnya.
Para guru yang terlibat dalam kegiatan ini juga menyampaikan apresiasi terhadap semangat para siswa dalam mengikuti Pondok Ramadhan. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan materi yang semakin berkembang.
Pondok Ramadhan di SMK Negeri Darul Ulum Muncar tidak hanya menjadi sarana pembelajaran agama, tetapi juga menjadi wadah untuk menumbuhkan nilai kepedulian sosial, tanggung jawab, dan kebersamaan di kalangan siswa.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap para siswa tidak hanya menjadi generasi yang unggul dalam bidang keahlian vokasional, tetapi juga memiliki akhlak yang baik serta kepedulian terhadap kehidupan sosial masyarakat.
Dengan bekal ilmu yang telah diberikan selama lima hari kegiatan Pondok Ramadhan, diharapkan para siswa mampu mengamalkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi generasi muda yang siap berkontribusi positif di tengah masyarakat.